Disfungsi Seksual pada Wanita, Ini Solusinya
ADA banyak cara yang dilakukan untuk membantu mengatasi
disfungsi seksual. Pada wanita, salah satu cara yang dilakukan ialah
menggunakan terapi hormon testosteron.
Banyak yang percaya penggunaan hormon testosteron efektif untuk meningkatkan gairah seksual, khususnya pada wanita tertentu dengan disfungsi seksual. Sayangnya, pro dan kontra masih terjadi dengan penggunaan terapi ini. Beberapa dokter bahkan ragu untuk merekomendasikan pengobatan ini, demikian yang dilansir Mayoclinic.
Terapi testosteron biasanya diresepkan hanya untuk wanita yang memiliki tingkat estrogen yang cukup dan tidak untuk wanita yang menopause. Biasanya, penggunaan terapi ini tidaklah cocok pada semua orang. Karenanya, hanya kondisi tertentu saja yang memungkinkan wanita menempuh cara ini. Terapi testosteron secara umum ditujukan bagi wanita yang kehilangan gairah seksual, depresi, dan kelelahan setelah menopause, atau bagi mereka yang sudah mengambil terapi hormon estrogen, namun gairah seks Anda menurun tanpa alasan yang pasti.
Meski terapi efektif ini jadi pilihan yang membantu menghidupkan kembali gairah seksual, tidak berarti Anda mengesampingkan sifat kewaspadaan Anda. Dalam menempuh terapi ini, sebaiknya Anda juga harus berhati-hati ketika memutuskan untuk menggunakan terapi testosteron. Pasalnya, terapi testosteron tidak sesuai untuk wanita menopause yang memiliki riwayat payudara atau kanker rahim atau mereka yang memiliki penyakit jantung atau hati.
Sejauh ini, terapi testosteron yang banyak dipakai dapat berbentuk gel, krim atau patch, dan terkadang diresepkan dalam bentuk pil. Meskipun testosteron memberikan kontribusi untuk fungsi seksual yang sehat pada wanita, faktor lain memainkan peran lebih besar dalam disfungsi seksual pascamenopause. Faktor-faktor ini termasuk tingkat estrogen menurun, vagina kering, efek samping pengobatan, kondisi kesehatan kronis, kehilangan pasangan atau pasangan, kurangnya keintiman emosional, konflik, stres, atau masalah suasana hati. Jadi, konsultasikan dengan dokter sebelum memilih terapi ini. Semoga artikel Disfungsi Seksual pada Wanita, Ini Solusinya berguna bagi anda
Banyak yang percaya penggunaan hormon testosteron efektif untuk meningkatkan gairah seksual, khususnya pada wanita tertentu dengan disfungsi seksual. Sayangnya, pro dan kontra masih terjadi dengan penggunaan terapi ini. Beberapa dokter bahkan ragu untuk merekomendasikan pengobatan ini, demikian yang dilansir Mayoclinic.
Terapi testosteron biasanya diresepkan hanya untuk wanita yang memiliki tingkat estrogen yang cukup dan tidak untuk wanita yang menopause. Biasanya, penggunaan terapi ini tidaklah cocok pada semua orang. Karenanya, hanya kondisi tertentu saja yang memungkinkan wanita menempuh cara ini. Terapi testosteron secara umum ditujukan bagi wanita yang kehilangan gairah seksual, depresi, dan kelelahan setelah menopause, atau bagi mereka yang sudah mengambil terapi hormon estrogen, namun gairah seks Anda menurun tanpa alasan yang pasti.
Meski terapi efektif ini jadi pilihan yang membantu menghidupkan kembali gairah seksual, tidak berarti Anda mengesampingkan sifat kewaspadaan Anda. Dalam menempuh terapi ini, sebaiknya Anda juga harus berhati-hati ketika memutuskan untuk menggunakan terapi testosteron. Pasalnya, terapi testosteron tidak sesuai untuk wanita menopause yang memiliki riwayat payudara atau kanker rahim atau mereka yang memiliki penyakit jantung atau hati.
Sejauh ini, terapi testosteron yang banyak dipakai dapat berbentuk gel, krim atau patch, dan terkadang diresepkan dalam bentuk pil. Meskipun testosteron memberikan kontribusi untuk fungsi seksual yang sehat pada wanita, faktor lain memainkan peran lebih besar dalam disfungsi seksual pascamenopause. Faktor-faktor ini termasuk tingkat estrogen menurun, vagina kering, efek samping pengobatan, kondisi kesehatan kronis, kehilangan pasangan atau pasangan, kurangnya keintiman emosional, konflik, stres, atau masalah suasana hati. Jadi, konsultasikan dengan dokter sebelum memilih terapi ini. Semoga artikel Disfungsi Seksual pada Wanita, Ini Solusinya berguna bagi anda
Terima kasih telah membaca artikel tentang Disfungsi Seksual pada Wanita, Ini Solusinya di blog jurnal kesehatan jika anda ingin menyebar luaskan artikel ini di mohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silakan bookmark halaman ini di web browser anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.